Beranda > .freak think/g(s) > UU pelarangan pemberian sedekah kepada gepeng dan anjal

UU pelarangan pemberian sedekah kepada gepeng dan anjal

Aku yakin pasti temen-temen sudah tahu mengenai undang-undang yang melarang masyarakat untuk memberikan sedekah kepada gepeng dan anjal. Undang-undang ini sudah diberlakukan di Jakarta (setahu saya, hehehehe… horny.gif ). Undang2 tersebut mengatakan bahwa bila kita melanggarnya akan dikenakan denda hingga maksimal Rp 20.000.000,00 atau merasakan nikmatnya tahanan paling lama 60 hari (kayak maling ayam aja ). Oleh karena itu, sering terjadi kontroversi terhadap undang2 tersebut, ada yang pro dan ada yang kontra.

Di satu sisi, undang2 itu dirasa perlu untuk mengurangi beban pemerintah terhadap rakyatnya karena sesuai pasal 34 yang berbunyi “fakir miskin dan anak2 terlantar dipelihara oleh negara”. Bagaimana tidak berat beban pemerintah bila harus menghidupi rakyatnya yang tidak semestinya. Contohnya Jakarta yang merupakan kota tujuan bagi sebagian besar para pengembara (dari desa) yang katanya ingin mengadu nasib untuk mencari kerja demi memperbaiki status perekonomian keluarga mereka. Namun, kenyataan berkata beda, mereka justru menjadi gepeng dan anjal yang tempat tinggalnya tidak jelas.

Di sisi lain, pasti juga ada faktor kasihan yang berasal dari rasa kemanusiaan yang membuat kita tidak tega melihat penderitaan orang lain. Dengan diberlakukannya undang2 itu, secara logika mereka (gepeng dan anjal) pasti akan kehilangan sumber pencaharian.

Nah, bagaimana jika undang2 tersebut diberlakukan di kota tempat tinggalmu? Silahkan berpartisipasi dalam polling ini.

Bagaimana jika undang2 tersebut diberlakukan di kota tempat tinggalmu?

  1. Mematuhi dengan penuh kesadaran
  2. Mematuhi karena takut dipenjara
  3. Melakukan provokasi menolak ke berbagai lapisan masyarakat
  4. Melakukan demonstrasi
  5. Melanggarnya dengan alasan kemanusiaan
  6. Ngikut aja dah…

by : Survey Creator

klik link di bawah ini untuk merekomendasikan berita ini di “lintas berita”

  1. 25 Oktober 2007 pukul 5:03 pm

    Pas thn 1994 yg aku tau MUI pernah ngeluarin fatwa “haram hukumnya memberi sedekah dijalan/angkutan umum”

    Aku ini cuma pedagang yg keuntunganya kecil tapi lebih kecil lagi jika ada pengemis/pengamen yg ‘minta’ uangku.

    So, aku setuju banget adanya UU ini.

    *oh iya, penghasilan pengamen/pengemis rata2 di jakarta= Rp200.000/hari. Nah! Ada koment ttg ini.

  2. 26 Oktober 2007 pukul 8:38 am

    @SI NOER77: halah…yang bener. Masak penghasilan pengamen/pengemis Rp200.000/hari?! Yang bener aja?! Brarti penghasilan sebulan = Rp6.000.000 donk. Kalo gitu,nagapain aku susah2 sekolah. hahahahahahaha… *jawaban orang konyol*😆

  3. 26 Oktober 2007 pukul 9:54 am

    sumpah! deh ini kata mereka sendiri loh!

  4. 26 Oktober 2007 pukul 10:00 am

    @SI NOER77: wedew…kalo gitu mah,bisa kaya kalo jadi pengemis. Gimana kalo kita bikin perusahaan ngemis dengan nama PT. Ngemis Selamanya. hahahahahha…😆

  5. 26 Oktober 2007 pukul 1:04 pm

    Kalo mas cangcoet indak percaya monggo dicoba (ngemis/ngamen) mungkin 1 bulan-3 taon gituu? Hehehe…

    *just kidding ya,män!

  6. 26 Oktober 2007 pukul 2:53 pm

    @SI NOER77: weleh…ya tolong dibarengin donk. Ntar kalo hasil ngamennya dicopet orang gimana hayo… hehehehe…

  7. 26 Oktober 2007 pukul 3:35 pm

    @acel: Masalahnya berani gak nyulik anak orang? hehehe…

    *celingak_celinguk ada polisi gak?

  8. 26 Oktober 2007 pukul 4:14 pm

    @SI NOER77: ya kagak usah pake nyolong segala. ya kita2 aja yang jadi pengemisnya. Aku, kamu, dan semua yang ada di sini. HAHAHAHAHAHAHA… pasti kagak ada yang ngasi bok.

  9. 27 Oktober 2007 pukul 1:09 am

    @BDK: Embeer boocorr!
    Laah.. kita mukanya mupëng2 semwa sich! Wekekekek…😀😀

    *Mo’ dagang dulu ahh…peace!

  10. 27 Oktober 2007 pukul 7:14 am

    @SI NOER77: hah..dagang apa’an? hayo.. dagang anak ya. Kagak boleh atu. hahaha…😆

  11. 27 Oktober 2007 pukul 10:54 am

    Aku ini pedagang kaki-5 mas!
    tapi hobi ngenet bermodal Hape butut merk 02 xdaII.

    *kok? jadi malah nyombong sih!😀

  12. jurnaldanang
    16 November 2007 pukul 9:01 am

    Gawat Bener !!!!!!!!

  13. 16 November 2007 pukul 9:59 am

    @jurnaldanang: weleh… apanya yang gawat mass…??🙂

  14. jupiter
    8 Oktober 2008 pukul 9:52 pm

    Bener lho mas, saya juga denger sendiri kalo penghasilan per hari nya bisa 200 ribuan, itulah makanya makin banyak yang tertarik menekuni profesi ini dan malas bekerja di bidang formal yang cenderung menguras tenaga lebih banyak dan pendapatan yang lebih sedikit.
    Tapi kalau semakin banyak orang Indonesia yang malas bekerja di sektor formal atau membuka usaha sendiri? bagaimana kondisi ekonomi negara ini bisa membaik mas.

    Terima Kasih

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: